11 Jun 2018

Marriage Does Change Us

Juni 11, 2018 0 Comments
Code: Realize − Guardian of Rebirth

Yesterday, I arrived home, and got news that the girl nextdoor had been married to my junior in elementary school.

The interesting thing is, the girl graduated from Pesantren. She is known as a good girl, well-mannered, and humble. However, the boy stopped on elementary school, and he entered the bad environment so as he wasted his time playing with his friends doing a lot of bad things. People know him as a bad boy, negative sight coming toward him.

Lately, his father looked for his future wife, but no one suit his taste until the father try to introduce him to the girl next my door. My father was the one who became the mediator. On the first day of introduction, the girl's parents were about to reject because they knew the background of the boy, However, since the girl once was in Pesantren, she didn't know much about him. So, she decided to want to know more about him, my father gave her the phone number of the boy. 

The girl started sending messages first (best girl), and after spent a week by SMS (their house is just separated by 100m), the girl finally made her decision. The girl said something really 'heartwarming'. She said that if he really is her fate, then let it be, even if he was a bad guy, perhaps this is her way to make him into a better person. 

After married, the boy changed incredibly. He is welcoming all advice from his wife. Starting from, how he was asked to be Imam even he never did that, and asked to rectify his form. Now, he is being hard-working person on works and prayers. Even people who got negative sight before, proud of him. 


Marriage do changes our self.
Do wisely.

28 Mei 2015

KAU

Mei 28, 2015 0 Comments

Kau… kau datang dengan senyum manis, dengan sapaan lembut, dengan gurauanmu yang seperti biasanya.

Kau… kau layaknya cahaya yang masuk menerangi secara perlahan, memberi kehangatan dalam dinginnya hidup tanpa arti.

Kau… kau adalah cahaya yang mampu membuatku melihat jelas ke arah masa yang akan datang.

Kau… kau ibarat senandung lagu dalam kesenyapan hidupku… memberikan nada indah, dan membuat hidupku tampak berirama.

Kau… kau datang dengan hal baru dalam kehidupan monotonku… seolah mengulurkan tangan, lalu mengajakku pergi untuk melihat kehidupan yang berbeda jauh dari apa yang kujalani sebelumnya.

Namun,… uluran tanganmu tak menggenggam erat. Mungkin kau memang hanya sekedar mengulurkan tangan, lalu memperlihatkanku dunia yang lebih indah. Tidak lebih dari itu.

Ketika kusadari ada dunia yang lebih indah dari yang biasa kujalani… perlahan kau pergi, tanpa mengucap sepatah katapun. Seolah kau hanyalah sebuah pengantar dalam perjalanan hidupku.

Kau memang telah berikan hal yang takkan pernah terlupakan… namun, hal itu pula yang kan membuatku tetap bertahan pada kenyataan pahit, bahwa aku adalah orang yang kau tinggalkan.

Kau… sekian lama pergi lalu kembali. Kembali menyapa tanpa sadar diri,… tahukah kau bahwa sakit yang kau beri masih melekat di hati!?

Kau… kau datang kembali, bersikap seperti hal yang sudah berlalu tak pernah terjadi… kau berikan kenyamanan itu kembali, hingga tanpa sadar aku mulai berharap dirimu kembali lagi…

Betapa lemahnya hati ini…
Luluh hanya karena sapaan “selamat pagi”
Harap yang mulai menghias dalam diri, mencari celah tuk dapatkan perhatianmu kembali.
Seolah berkata “hei, aku disini!”

….

Kau… kau bagaikan kembali dengan membawa tameng berlapis baja.
Kau takut aku menaruh harap dan melancarkan anak panah cinta untuk yang kesekian kali.

Kau adalah badai. Badai yang memporakporandakan hidupku.
Kau adalah tebing. Tebing yang menjadi tempatku memanjat harapan tinggi dalam hidupku.

Dan kau pun adalah jurang. Jurang yang mampu membuat harapku jatuh dan lenyap.
Jurang yang juga membuatku tak bisa tuk menggapai dirimu kembali.

Namun, ini bukanlah akhir.
Aku sadar yang kuperlukan hanyalah membuat lembaran baru dalam hidupku.

Dan aku juga sadar bahwa aku telah membuatnya.
Hanya saja, aku masih menulis di balik lembaran yang pernah ku tulis tentangmu, yang terkadang muncul tulisan yang membuat hati mengenang kembali masa yang sudah berlalu.

Tapi, dengan beriringnya waktu, aku yakin aku mampu menulis hingga lembaran baru yang benar-benar kosong tanpa bekas tulisan tentangmu.

Memulai hidup baru, di lembaran baru.
Karena waktu tidak menjawab masalah, hanya saja, dia memberikan momen kepada kita untuk menyelesaikan sebuah masalah. Get move on!

10 Des 2013

Cahaya Kecilku~

Desember 10, 2013 3 Comments


Engkau yang jauh disana
Kukirim salam rinduku dalam bait-bait kata
Meski tak terangkai begitu indah
Kuyakin engkau takan pernah terlupa

Dalam balutan kasih yang indah
Kuinginkan sebuah kepercayaan terjaga

                         Bagiku...
                         Engkau adalah cahaya kecilku
                         Yang slalu terangi dalam kesendirianku
                         Engkau datang dengan sepercik cahaya kecilmu
                         Membangunkanku untuk merangkai impian baru

Engkau memang bidadari hati
Yang selalu mampu usir sunyi dihati
Menjadi cahaya baru dalam hidup
Yang takkan mudah tuk redup

                         Kita berjalan sedepa demi sedepa 
                         Saling menjaga antar keduanya
                         Dengan seiring waktu berjalan 
                         Kita tapaki berbagai rintangan
                         Bersama secara perlahan
                         Dan dengan sebuah rangkaian kepercayaan 
                         Kuyakin kita mampu tuk bertahan...

:-)

19 Okt 2013

C.I.N.T.A

Oktober 19, 2013 0 Comments

Cinta...

Cinta pertama mungkin tak akan pernah terlupakan

Namun cinta sejatilah yang akan menguburnya

                    Menggantikannya dan menjadi sosok yang lebih indah

Cinta tidak untuk ditebak
Ia sudah tahu kemana akan berlabuh...

                   Perasaan hati... menjadi kompas dalam perjalanannya
                   Memberikan arah yang sesuai dengan kehendak hatinya

Cinta tidak pula untuk dipaksakan

Ia bisa merasakan dimana tempat ternyaman baginya

                   Tempat dimana tumbuh banyak kasih sayang diantaranya

                   Menjadikannya sosok cinta yang lebih indah

Cinta bukan masalah apa yang bisa kita dapatkan

Namun, apa yang bisa kita berikan

                   Cinta itu sederhana

                   Ia memberi, dan tidak meminta
                   Ia hanya memberikan apa yang menjadi tugasnya

Karena Ia percaya...

Akan ada cinta lain yang akan memberikan warna yang lebih indah dalam hidupnya

                   Dan memberikan rasa yang sama dengan apa yang telah diberikan oleh cinta...

15 Okt 2013

Kepercayaan? Apa itu?

Oktober 15, 2013 0 Comments



Kepercayaan...
Ia tak dapat dilihat hanya dengan mata buta
Ia adalah sesosok perasaan kecil yang merasa nyaman akan satu sama lain

Kepercayaan...
Tumbuh diantara perasaan dua orang yang saling topang menopang
Selalu berusaha untuk menjaga dirinya untuk orang yang sudah Ia berikan kepercayaan

Sebuah kepercayaan juga membutuhkan keseimbangan
Harus ada rasa saling percaya diantara keduanya agar keseimbangan tetap terjaga

Mungkin, kepercayaan itu hanyalah sebuah untaian maya yang tak nyata...
Ketika kita berpikir tentang kepercayaannya, akan ada rasa baru yang mulai muncul perlahan

Keraguan...
Itu yang kita rasakan, ketika kita berpikir apakah dia dapat aku percaya, dan sebaliknya
Benar-benar rasa yang menjadi musuh utama sebuah kepercayaan

Ketika kepercayaan itu sudah terbalut dalam untaian yang rapi
Disaat itulah kita harus benar-benar menjaganya... jauh dari rasa keraguan

Namun, kepercayaan tidak mungkin bisa semakin menguat tanpa adanya bukti nyata
Tanpa itu, sebuah kepercayaan hanyalah sebuah untaian dari kata-kata indah yang hanya menjadi buaian semata

Kepercayaaan itu... bisa melemah dalam kurun waktu yang tak tentu
Hanya kita yang bisa menentukannya, membuatnya melemah atau membuatnya semakin menguat

Semua membutuhkan proses...
Kesabaran... dan juga kesetiaanlah yang paling dibutuhkan dalam keadaan ini

Mereka percaya bahwa suatu saat, apa yang mereka percayai benar-benar tidak hanya menjadi buaian semata
Dan bagiku, hanya orang-orang terhebat saja yang bisa melakukannya.

Itulah anggapanku terhadapmu (FARA)